Kenapa...



Kenapa . . . . . .

Kenapa harus dia . . . . . . .

Kenapa aku harus jatuh cinta?

Kenapa kalau kita cinta sama seseorang harus ada yang namanya kecemburuan?
Tapi, kenapa aku harus cemburu? Aku siapa???... yang cuma suka dia dari kejauhan tanpa adanya hubungan? Haaa...

Kenapa aku jatuh cinta saat aku melihatnya...
Kenapa aku ‘biasa saja’ saat aku tidak melihatnya...
Dan kenapa saat aku melihatnya, pasti ada kalanya aku merasa sedih dan merasa tersakiti....



Kenapa sihhh???? Kenapa diaa?
Dia moodbraker, tapi dia juga moodbooster.

Dia memang sedikit mirip artis idola aku (inisial O).
Tapi cukup dengan kemiripan itu, kenapa harus ungkit-ungkit dia itu O? Dia ya dia. O ya O.
Dengan mereka mengatakan dia itu O, itu seperti
aku dapat mengetahui dia,
aku dapat melihatnya,
aku dapat mendengar suaranya,
tapi aku tidak dapat memilikinya.
TIDAK SAMA SEKALI.
Bahkan untuk bisa kenal dan dekat dengannya pun tidak bisa.

Ini tuh beda. Beda banget dari sebelumnya. Kali ini, dia itu memberikan suatu suasanan baru pada kisah cintaku.... mau suka ataupun duka.



Kenapa ga mati aja sih?
Dengan dia yang seperti itu.
Aku seperti tenggelam ke dasar laut dan terjebak karena adanya hewan-hewan buas laut.
Semakin jauh aku untuk menggapaimya dan mungkin hanya ada waktu yang sesaat untuk aku dapat melihat bayangan dan suaranya.


“Kau pemberi warna dalam hariku, tapi aku tidak dapat mengetahui warna apa itu.
Kau pemberi suasana, tapi aku tidak tau suasana seperti apa itu.”

Kenapa aku tidak mengetahuinya?
Because I not belong to your . . . . . . .









Comments