On The Way


Senin, 21 November 2016.



Hari ini, aku sudah meyakinkan diriku untuk mulai melupakanmu. Mungkin ini tidak akan mudah tapi juga mungkin memang inilah yang harus aku lakukan.

Aku sudah tidak ingin memikirkan orang yang tidak memikirkanku. Apalagi yang tidak mengenalku.


Lelah?
Ya.


Sakit?
Tentu saja.

Tapi aku tidak akan menyalahkanmu karena rasa sakitku. Karena semua yang aku lakukan dan yang aku rasakan karenamu itu murni kesalahanku.

Akulah yang pertama kali melihatmu.
Akulah yang pertama kali tertarik padaku.
Dan akulah yang pertama kali jatuh cinta padamu.

Oh.. mungkin bukan 'yang pertama kali' tapi hanya akulah yang melihatmu, yang tertarik padamu, dan jatuh cinta padamu.


Kenapa?
Karena pada kenyatannya, sampai saat ini pun. Kita tidak pernah saling mengenal. Aku mungkin mengetahuimu. Tapi kamu tidak. Ada kemungkinan juga kamu tidak pernah melihatku.

Sebenarnya bisa dibilang itu suatu keuntungan untuk melupakanmu. Aku tidak harus repot-repot menghindar jika bertemu denganmu. Toh kamu juga tidak mengenalku, maka jika bertemu pun tidak akan saling menyapa.


Apa aku akan bahagia?
Tentu saja. Itu harus. Aku tidak boleh tidak bahagia hanya karena hal seperti ini.


Pengganti?
Jujur, sebenarnya jika aku bisa dan aku mau. Aku sudah mendapatkan pengganti dirimu.

Tapi aku tidak bisa, dan aku tidak mau.
Aku tidak bisa karena jujur, aku sendiri tidak tau mengapa. Hanya saja setiap aku melihat orang yang mungkin bisa menggantikanmu, aku langsung teringat padamu. Dan membuatku ingin mundur untuk mencari pengganti.

Sedangkan aku tidak mau karena, aku tidak ingin hal yang seperti ini terjadi lagi padaku. Aku tidak ingin mencintai seseorang yang tidak mengenalku.

Terlalu Melelahkan. Menyakitkan. dan Menyedihkan.

Aku pernah membaca sebuat kalimat di internet.
"Cinta Sejati adalah Jatuh Cinta berkali-kali pada orang yang sama sampai mati."

Sempat terhipnotis dengan kalimat itu, membuatku ingin terus mencintaimu. Tapi bagaimana bisa aku terus mempertahankan cintaku ini jika aku bahkan tidak bisa menyebut namamu tepat di depan wajahmu.


Bisa dibilang mempertahankan cintaku padamu itu melelahkan. Tapi kadang, justru yang lebih melelahkan itu bukan mempertahankan. Tapi menyembunyikannya.


-End-



Comments