Luka


Words: 249

Bukannya gamau terluka, tapi saat ini aku gamau untuk membuat luka baru.
Saat ini aku masih ingin setia dengan luka lamaku. Bukan aku suka terluka, tapi saat ini aku gamau membuat luka baru dengan format yang sama dengan luka lama. Rasanya lelah harus menangani rasa sakit yang sama seperti dulu.

Tapi jika ditanyai, “Lalu bagaimana cara kamu menangani luka lamamu saat ini?”
Maka jawabannya adalah diam.
Karena sudah terbiasa terluka karena orang itu, membuat akupun terbiasa untuk menerima apa yang terjadi saat ini karena walaupun berbeda, tapi hal yang membuat luka itu pasti ada kemiripan dengan hal yang pernah terjadi sebelumnya.

Lalu kembali muncul pertanyaan, “Kamu bilang luka lama dan luka yang baru itu mempunyai format yang sama. Lalu kenapa jika sudah terbiasa dengan luka lama, kamu tidak ingin membuat luka baru?”
Dan jawabannya adalah orang yang berbeda.
Semirip apapun lukanya, jika orangnya berbeda maka rasanya pun akan berbeda. Sama seperti halnya rasa nyaman, walaupun banyak orang yang telah membuat kita merasa nyaman dengannya, tapi jika orangnya berbeda maka rasa nyaman yang kita rasakan pun akan berbeda

Temanku bilang, “Kalau ga berani buka luka baru gak bakal pernah menu orang yang gak biasa melukai kamu.”
Dia benar, aku setuju. Tapi kembali ke awal, saat ini aku gamau untuk membuat luka baru.
Entah karena orang yang akan membuat luka baru itu, atau malah karena orang yang telah membuat luka lama itu.
Tapi satu hal pasti yang aku rasakan saat ini.
I was falling on two people at the same time.




Comments