Pintu dan Kunci
Words: 327
Aku sudah menemukan seseorang yang seperti kamu.
Tapi, jika kamu bertanya “Apakah aku bahagia dengan
itu?”
Maka jawabanku adalah “Tidak”
Karena dia. Bukan kamu.
Ada yang membuatku nyaman.
Tapi jika aku disuruh memilih dia atau kamu.
Sepertinya aku tidak bisa.
Karena rasa nyaman itu hanya bisa didapatkan darinya,
dan rasa cinta itu hanya bisa didapatkan darimu.
Aku egois? Memang.
Aku bodoh? Iya.
Tidak ada orang yang terlihat cerdas karena jatuh
cinta.
Jujur, saat ini aku bingung.
Apakah aku harus tersakiti atau bahagia.
Apakah aku harus jatuh cinta atau merasa nyaman.
Karena hati ini. Menginginkan keduanya.
Nyaman...
Itulah yang selama ini aku cari.
Cinta...
Itulah yang selama ini aku alami.
Aku bahagia bisa merasakan jatuh cinta yang berkali
lipat karenamu.
Aku juga bahagia bisa merasakan sakit yang berkali
lipat karenamu.
Tapi seharusnya aku tidak bahagia dengan itu. Karena
rasa sakit ini, dapat membuatmu berdosa akan tetesan air mataku.
Maafkan aku karena jatuh cinta padamu.
Maafkan aku karena merasa sakit karenamu walaupun kamu
tidak menyakitiku.
Salam perpisahan yang selama ini aku umbar-umbar tidak
pernah berguna sama sekali.
Maafkan aku karena berkhianat.
Maafkan aku karena sudah berbohong.
Berkata akan melepaskanmu, melupakanmu, dan pergi
darimu.
Maafkan aku karena tidak bisa merusak pintu hatiku
yang telah kau masuki.
Aku tidak cukup kuat untuk mendobraknya, aku tidak
memiliki alat yang cukup untuk membukanya sehingga kau tidak dapat keluar dari
dalamnya.
Dan terlalu sulit serta sakit bagiku untuk terus
mencoba merusak pintu itu dengan tangan kosong.
Aku membutuhkan sesuatu. Aku membutuhkan bantuan.
Rasa nyaman yang dia berikan hanya dapat membuatku
lupa akan rasa sakit yang aku rasakan karena mencoba untuk merusak pintu itu.
Jika kalian berfikir, dia dapat mendobrak pintu itu
tanpa menyisakan rasa sakit. Kalian salah.
Karena itu justru akan meninggalkan rasa sakit yang
cukup besar.
Mengeluarkanmu secara paksa mungkin hanya akan membuat
luka padaku dan dirinya.
Maka untuk itu. Yang aku butuhkan untuk melepaskanmu
adalah sebuat kunci yang mirip atau lebih baik dari kunci pintu hatiku itu.
Maaf aku belum dapat mengeluarkanmu.

Comments
Post a Comment