Manusia Pencinta Langit
Seorang pria tiba-tiba datang menghampiriku, lalu berkata "Sore tadi aku melihat langit, dan mendapati cahaya matahari yang bersinar di sela-sela awan yang sedang berkumpul. Terlihat malu-malu untuk menampakkan dirinya. Tapi juga terlihat tak ingin jika para manusia tidak melihat dirinya.
Mengingatkanku akan sosok dirimu yang selalu terlihat malu-malu untuk menunjukkan perasaanmu. Tapi juga tak ingin jika perasaanmu tidak dapat dilihat oleh orang lain."
Aku terdiam. Masih mencerna maksud dari ucapannya. Kemudian dia kembali berkata,
"Keegoisanmu membuatku berfikir. Ternyata begitulah yang namanya Cinta. Dia harus memiliki sifat egois agar bisa mendapatkan Cinta nya.
Tapi ketahuilah. Dia tidak akan mengetahui perasaanmu jika kamu tidak menunjukkannya dengan benar.
Setiap orang memiliki pemikiran mereka masing-masing. Kamu tidak bisa memaksa seseorang untuk berfikir sama seperti dirimu."
Aku masih tetap terdiam. Pria itu juga terdiam sambil memandangku.
"Cinta memang tidak selalu indah. Tapi Cinta juga tidak selalu menyakitkan." katanya lalu pergi.
Aku memandangi kepergiannya. Kata-katanya terasa begitu menyakitkan tapi juga hangat.
Aku tidak percaya menyukai pria pecinta langit itu. Tapi aku juga lebih tidak percaya jika saat ini aku begitu membencinya.
Aku mengetahui langit lebih lama daripada mengetahui pria itu. Tapi kenapa aku malah lebih dulu menyukai pria itu daripada langit.
Pria itu mengenalkanku betapa indahnya langit di saat pagi hari, siang hari, sore hari, serta malam hari.
Membuatku kini menyukai langit lebih dari aku menyukai pria itu.
Aku bersyukur telah mengenal pria yang telah mengenalkanku pada langit.
Dia menyadarkanku akan sebuah alasan mengapa walaupun aku lebih dulu mengetahui langit daripada pria itu tapi aku lebih dulu menyukai pria itu daripada langit.
Karena pada nyatanya bahwa langit tidak akan pernah meninggalkan kita kemanapun kita pergi. Berbeda dengan seseorang yang suatu saat nanti pasti akan pergi meninggalkan kita.
Mungkin hal itu yang membuat seseorang mencintai seseorang lainnya.
Menimbulkan perasaan sayang, rindu, dan takut kehilangan satu sama lain.
Karena mereka mengetahui, jika suatu saat nanti mereka akan pergi.
Saling meninggalkan.
Entah karena waktu, entah karena keadaan, atau entah karena keinginan.

Comments
Post a Comment