Tentang sebuah Perasaan
Words: 352
Aku tidak tahu apa arti dari perasaan ini, tapi semua yang
aku lakukan denganmu membuatku merasa senang.
Aku tidak tahu bagaimana perasaanku padamu, tapi aku selalu
ingin kau yang menjadi orang pertama yang mengetahui hal baru yang aku lakukan.
Aku tidak tahu maksud diriku yang selalu mencarimu jika kau
tidak terlihat oleh pandanganku, tapi jika kau ada aku merasa tenang dan
senang.
Aku tidak tahu rasa rindu macam apa yang sering aku rasakan
padamu ini, tapi untuk tidak merindukanku sudah terlalu banyak hal unik yang
kita lalui bersama.
Aku tidak tahu perasaan sayang macam apa yang aku rasakan
padamu, tapi perasaan ini sudah dipastikan bukan cinta, perasaan yang sampai
membuatku menginginkanmu.
Aku tidak tahu apa arti ‘takut kehilanganmu’ yang aku rasakan
ini, tapi untuk mencoba melepaskanmu aku merasa tidak mau.
Aku tidak tahu apa maksud dirimu yang selalu merindukanku,
yang selalu mencariku jika aku tidak terlihat dalam pandangnmu, dan yang selalu
membuatku merasa nyaman padamu.
Banyak hal yang ingin aku ketahui mengenai perkataan yang
selalu ingin kau katakan padaku namun tak mampu mengatakannya.
Kenangan singkat bersamamu terasa telah terjalin cukup lama
bagiku.
Entah firasat apa ini.
Tapi aku merasa, yang aku rasakan
padamu sama dengan yang kau rasakan padaku.
Ketika orang-orang bertanya tentang ‘Kita’ tidak ada kata
lain yang keluar selain kalimat “Tidak ada apa-apa”.
Karena jika menjawab tentang sebuah perasaan. Perasaan yang
‘Kita’ rasakan, bukan perasaan yang dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Perasaan yang tidak berfisik, perasaan yang tidak dapat orang
lain mengerti.
Dia memiliki rasa sayang, dia memiliki rasa rindu, dia
memiliki rasa tidak mau kehilangan, dia memiliki rasa nyaman, dia memiliki rasa
senang, juga memiliki rasa tidak ingin terikat.
Tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan itu.
Dibilang hanya teman, tapi seperti lebih dari teman.
Dibilang bukan cinta, tapi seperti cinta.
Tidak ada yang pasti tentang hal yang dinamakan perasaan.
Ia bisa dirasakan, terkadang juga tidak.
Ia bisa tiba-tiba datang, terkadang juga tidak.
Ia bisa berubah, terkadang juga tidak.
Yang pasti, ia tidak bisa direncanakan.
Jangan terlalu memikirkan sebuah perasaan, karena ia bukan sesuatu yang bisa kau kendalikan.
Biarkan ia ada. Biarkan ia tumbuh. Biarkan ia menetap. Biarkan ia pergi.

Comments
Post a Comment