Hari Itu . . .
Hari yang seharusnya terkenang menyenangkan, tapi malah mengecewakan.
Jika hari itu adalah hari yang buruk bagiku karena kau tidak
menganggap akan kehadiranku.
Aku bisa apa?
Jika pada kenyataannya aku hanya teman, dan alasan kau
mengabaikanku adalah kekasihmu.
Bukankah seorang teman harus memaklumi jika temannya memiliki
seorang kekasih, dan menghabiskan waktunya untuk kekasihnya?
Jika kau mengabaikanku karena kau ingin menjaga perasaanku, menurutku
kau sedang dalam pilihan yang salah.
Tapi jika kau mengabaikanku karena kau ingin menjaga perasaan
kekasihmu, mungkin memang itu adalah cara yang terbaik.
Namun satu hal yang harus kamu tahu.
Ketika kau berperan untuk menjaga perasaan keduanya, tanpa
kau sadari kau telah melukai keduanya.
Dengan posisi kau menyayangi sahabatmu, dan mencintai
kekasihmu. Disana kau telah melukai mereka berdua.
Kau tidak ingin kehilangan sahabatmu, namun kau ingin
memiliki seseorang yang kini menjadi kekasihmu.
Keegoisan karena cinta memang benar adanya. Dan menyakiti
karena cinta, juga memang benar adanya.
Aku jadi bertanya-tanya. Sehebat apa sih kekasihmu sampai
bisa membuatmu mengabaikan teman-temanmu pada hari penting itu.
Atau, hanya aku yang berlebihan?
Tapi, mengabaikan beberapa orang teman hanya demi seorang
kekasih. Apa tidak terlalu berlebihan?
Kau lebih banyak menghabiskan waktumu dengan teman-temanmu.
Tapi pada saat hari penting itu, kau mengabaikan kami seolah kami tidak ada.
Apa kami tidak merasa kesal? Kecewa?
Beberapa orang mengatakan padaku jika hari itu Aku seperti
tidak bersemangat.
Beberapa orang juga mengatakan jika hari itu Kau tidak
bersemangat.
Lucunya dari Kita, Kita sama-sama tidak merasakan hal itu.
Mungkin.
Dan kalian tahu, apa yang lebih lucu dari itu?
Kita sama sama tidak menyapa pada hari itu.
Sekalipun dia melewatiku, ataupun ketika aku melewatinya.
Aku yang merasa kesal padanya, tentu saja rasanya tidak ingin
menyapanya. Namun yang membuatku berpikir, apa alasannya yang membuat dia tidak
menyapaku, menyapa Kami(?)
Semakin membuatku berpikir. Siapa yang sebenarnya sedang ia
jaga perasaannya. Juga membuatku berpikir, ‘Apa dia merasa bersalah akan
pilihannya hari itu?’.
Dimana satu sisi ia ingin bersama Kami, namun di satu sisi ia
seperti mempunyai “kewajiban” untuk bersama dengan kekasihnya.
Menurutku itu salah satu sifat buruknya, yang tidak dapat memilih
pilihan yang tepat pada waktu yang tepat.
Tapi terkadang aku mencoba berpikir positif. Mungkin kau
melakukan itu memang untuk menjaga perasaan kekasihmu. Kau mengabaikan Kami
karena kau memang merasa Kami benar-benar temanmu, yang dimana lebih banyak
menghabiskan waktu bersama pada hari-hari biasa, yang dimana seorang teman akan
memaklumi temannya jika sedang bersama dengan kekasihnya.
Sangat disayangkan. Pertemanan Kita malah terkenang
mengecewakan pada hari besar seperti itu.
Walaupun sudah berlalu, walaupun Kita masih seperti biasanya,
ketika mengingat hari itu, aku masih merasa kesal dan kecewa.
Masih merasa kecewa akan hari itu. Masih merasa tidak
mengerti akan yang kau lakukan hari itu.
Hari terakhir itu, hari yang
seharusnya menjadi kenangan indah malah menjadi kenangan yang mengecewakan.
Bersamamu. Dengan Kami.
Namun, ada hal yang paling membuatku masih merasa kesal jika
mengingat kejadian hari itu.
Kau tahu apa itu?
Aku merasa kesal dan kecewa padamu, namun kau selalu menjadi alasanku
untuk tidak merasa kesal dan kecewa padamu.
-end-

Comments
Post a Comment