Langit
Untuk pertama dari sekian lamanya lagi.
Langit yang mengingatkanku padamu, membuatku tak nyaman untuk menikmatinya.
Sadar akan dirimu yang tak akan menjadi milikku.
Membantuku untuk menikmati langit tanpa rasa risau walaupun seketika teringat padamu.
Rasa yang tak disadari itu.
Tak membuatku begitu memikirkan arti sebenarnya perasaan itu.
Aku percaya. Aku ingin mempercayai.
Bahwa rasa itu, tak lebih dari cinta seorang sahabat.
Aku yang tak ingin bersamamu, tapi juga tak ingin kehilanganmu.
Bersifat egois karena kejadian yang terjadi begitu tiba-tiba.
Merasa kecewa karena seperti dikhianati.
Seketika membawa teman hidup tanpa berbincang pada teman yang selama ini menemani.
Ucapan yang seolah tak akan berubah walau telah mendapat teman hidup. Semakin lama semakin memudar dan menjauhkan.
Rasa takut kehilangan yang dulu menggebu, kini hanya tersisa asap.
Tak apa kau pergi.
Tak apa kita menjauh.
Aku akui itu ulahku.
Aku yang tak ingin melukai diriku.
Rasa kecewa itu, tak dapat disembuhkan.
Comments
Post a Comment