Jaraknya Kita



Kenapa ya, aku merasa kamu itu mengenalku dan sedikitnya merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan padamu.

Sejak dulu. Sejak saat itu.
Aku tahu bukan sejak awal aku mengenalmu, kamu juga mengenalku.
Tapi seiring berjalannya waktu. Beberapa hal yang kamu lakukan, seperti isyarat untuk memberi tahuku jika kamu mengenalku. Dan lambat laun aku merasa kamu mungkin mempunyai perasaan yang sama denganku.

Memang tidak sebesar seperti perasaanku padamu. Hanya saja, rasa itu kamu juga merasakannya terhadapku.

Hal itu yang membuatku gila.
Merasa kau juga mungkin memiliki perasaan yang sama padaku, membuatku ingin cepat-cepat memiliki "koneksi" itu denganmu.

Kamu terlihat begitu jauh, namun terasa begitu dekat hingga aku bisa menggapainya.

Namun untuk menghampirimu, rasanya seperti jalan di tempat.
Tak pernah mendekat, tapi juga tak pernah menjauh.
Tak ada yang menghalangi, namun jarak yang disebut jauh itu, menyamarkan pandangan.


Aku tak tahu apakah ini hanya angan belaka, atau memang aku benar-benar bisa merasakan hal itu.

Tapi yang pasti, hingga saat ini (rasanya) aku masih menunggumu.
Entah keajaiban atau takdir apa yang aku inginkan, hanya saja saat ini kamu adalah salah satu takdir yang aku inginkan.

○●

Jika aku harus mengandaikan kamu itu apa, aku akan mengatakan kamu itu bulan.
Bukan karena bentuknya yang sederhana dan penyendiri di langit yang gelap.

Tapi karena bulan itu satu. Dia itu satu. Kamu itu satu.

Dari sekian banyaknya benda langit yang ada. Dia hanya ada satu, dan satu-satunya.
Dari sekian banyaknya benda langit yang ada untuk menyinari gelapnya langit, hanya bulan yang berbeda. Dia hanya ada satu, dan satu-satunya.

Dari sekian banyaknya manusia yang ada di bumi, hanya kamu yang berbeda. Kamu hanya ada satu.
Dari sekian banyaknya manusia yang membuatku terkesan, hanya kamu yang mampu masuk kedalam hati ini dan tak pernah mampu untuk keluar. Kamu satu-satunya.

°•

Takut untuk menghampiri.
Tak mampu untuk menjauh.

Melepasmu tanpa pernah menggenggammu, sama seperti menggenggam angin.
Hanya diriku yang aku genggam.
Tak pernah mendapatkanmu.

•°

Jaraknya kita bukannya tak mampu diperdekat.
Namun terkadang, perlu jauh dulu agar terlihat indah.


Karena pada saat jauh terlihat indah.
Rasa ingin mendekat semakin kuat, dan saat mendekat ia terlihat lebih dari sekedar indah.

Comments