Bye! Just ...

Tahun 2015.

Tahun itu pertama kalinya aku bikin blog ini.
Ga kerasa ternyata udah sepuluh tahun aku ada disini.

Aku baca ulang postingan pertamaku disini.
Lalu berkaca dengan aku yang sekarang.

Ternyata banyak yang berubah.
Mungkin seperti dialog dari film John Wick yang masih melekat di otak aku.
"Orang itu gak berubah, waktu yang berubah"

Aku yang dulu terlihat penuh dengan semangat dan tidak peduli dengan dunia meskipun aku yang saat itu banyak tak percaya diri untuk menjadi lebih berani dalam segala hal.

Sedangkan aku yang sekarang terasa lebih tenang dan terkendali, meskipun masih tidak peduli dengan dunia tapi kini aku lebih berani. Berani untuk tidak peduli dengan apa yang akan terjadi jika aku melakukan sesuatu yang aku inginkan.

Berjalannya waktu membuatku banyak melihat, mendengar, merasakan, hingga mengalami hal-hal yang membuatku belajar tentang dunia dan kehidupan ini hingga membentuk aku yang sekarang.
Tentang apa yang penting dan tidak, tentang apa yang seharusnya aku utamakan.
Tentang bagaimana aku berdamai dengan hidup aku dengan kehidupan ini.

Karena pada nyatanya, semua hal terjadi dalam hidup kamu itu adalah hal baru yang gak pernah bisa kamu bayangkan sebelumnya. Meski ada ancang-ancang akan jadi apa aku di masa depan, pada akhirnya yang bisa kamu lakukan hanya berjuang dan membiarkan perjuangan itu membentuk kamu.

Sepuluh tahun ini banyak hal yang terjadi, entah bagaimana aku harus menceritakannya. Karena sepertinya tulisanku yang terakhir di blog ini pun akan sama tidak jelasnya seperti tulisan pertamaku di blog ini.

#

Berkaca dengan postinganku awal-awal.
Ternyata aku banyak bercerita tentang perasaanku pada seseorang yang aku dambakan waktu itu.
Jika mengingat masa itu, jujur, perasaanku sangat berdebar pada masa itu, sangat menyenangkan, selalu ingin mengulangnya.
Namun berjalannya waktu, banyak hal yang membuatku belajar hingga aku sadar bahwa harap-harapku akan perasaan itu harus berakhir.
Meski tak pernah dimulai, tapi aku tau jika itu harus selesai.
Mau sampai kapan hidup dengan angan-angan yang tak pernah menjanjikanmu apa-apa.

Sebenarnya aku tak menyangka aku akan berada di titik ini.
Titik dimana aku mengatakan pada diriku jika aku sudah selesai dengan perasaan ini.
Karena yang aku lakukan sejak mengenal dia, aku merasa yakin dan meyakini diriku jika perasaan itu tak akan pernah hilang dan yang aku rasakan itu hanya untuk dia saja.

Tapi seiring berjalannya waktu, ucapanku itu membuatku mengartikan hal lain.
Bahwa memang perasaan kita pada seseorang itu tak akan pernah sama.
Meskipun namanya sama, 'cinta', 'jatuh cinta', 'suka', 'sayang', 'rindu', dan atau apapun itu.

Saat itu aku jatuh cinta padanya seperti itu.
Suatu hari nanti mungkin aku juga akan jatuh cinta pada seseorang dengan perasaan yang lebih bermakna dari sebelumnya.
Saat itu aku penuh dengan ambisi, mungkin nanti aku akan lebih jujur dan menemukan yang sejati.

Aku tak menyerah.
Aku hanya melepaskan.

Membiarkan angin bergerak dengan bebas, membiarkan ombak datang sesukanya, membiarkan hujan turun kapan saja, membiarkan perasaan ini berjalan tanpa perlu mengekang pada hal yang tak menginginkan.


##

Waktu di akhir potingan pertama, aku tulis ini
“Menemukan sahabat yang benar-benar sahabat itu butuh proses, dan uji coba”
Lalu..., benar.
Hal itu penuh dengan proses, bukan proses yang berjuang di medan perang, tapi lebih pada proses yang penuh dengan ketenangan.
Karena yang aku tahu tentang menemukan mereka itu, penuh dengan pengorbanan dan pengertian.
Pada akhirnya kita menerima dan tak bisa lepas.
Bukan terkekang, tapi karena kita terikat.

Dari sekian banyaknya orang yang aku ceritakan waktu itu, yang kini bisa aku sebutkan sebagai seorang sahabat hanya dua.
Mungkin terjadi beberapa drama hingga berakhir di mereka, tapi pada akhirnya yang bisa menjadi apa adanya dengan nyaman itu ya sama mereka berdua.
Pertemanan yang sudah? hampir? sepuluh tahun ini, dengan penuh lika-liku, dan masih seperti itu.
Meski sudah sepuluh tahun tapi kita masih -aku masih belajar mengenai mereka, dan sepertinya akan terus seperti itu. Karena, waktu terus berjalan dan entah apa yang akan terjadi pada kita, yang akan membuat kita belajar hingga membentuk kita seiring berjalannya waktu.

Pada akhirnya yang membuat kita bertahan itu, keputusan kita sendiri untuk menerima mereka.
Meskipun hal dasarnya pasti ada yang membuat kita memilih untuk tetap bersama mereka.
Namun sisanya, itu tentang kompromi kita sendiri.

Tentang yang lainnya, mungkin masih perlu diusahakan.
Tentang mereka yang saat itu sudah aku sebut sebagai sahabat, namun berjalannya waktu, perlahan kita menjadi semakin jujur dan berubahnya sebuah prioritas.
Dengan mereka, aku merasakan perubahannya.
Tidak memutus hubungan, hanya saya frekuensi pertemuannya berubah.
Sehingga ikatan perasaan itu tak sekuat dengan dua orang sebelumnya.

Lalu seiring berjalannya waktu, aku kembali dipertemukan dengan orang-orang baru yang membuatku lebih mengenal tentang kehidupan.
Dari mereka aku banyak belajar tentang dunia ini, tentang kehidupan ini, tentang diri sendiri.
Dengan mereka, suka duka terbendung.
Dengan mereka, rasanya hidup lebih memiliki arti.
Mereka memiliki arti 'masa depan' bagiku, meski jarang, "obrolan tengah malam" bersama mereka selalu terasa memuaskan, meski kurang, selalu ingin lebih, tak pernah habis.


##


Semua yang terjadi selama sepuluh tahun ini secara tak langsung merubahku menjadi versi diriku yang lebih baik lagi.
Banyak hal yang aku ikhlaskan hingga membentuk aku yang sekarang.
Mungkin ini bukan akhir dari segalanya.
Mungkin ini adalah awal baru dari segala hal yang telah terjadi.

Mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya aku menulis disini.
Setelah sekian lama aku mempertahankan ini, tapi sepertinya sudah saatnya aku melepaskan yang lama dan memulai yang baru.
Ini bukan perpisahan, tapi ini salam untuk masa depan.

Aku akan berhenti disini.
Tapi aku akan melanjutkan ceritaku yang lain di tempat lain.
Semoga selama sepuluh tahun ini, kalian yang pernah membaca tulisan di blog ini merasa terhibur dengan tulisan-tulisan berantakan yang pernah aku buat.
Terima kasih atas sepuluh tahunnya.
Mari tempuh waktu lainnya di tempat lain.



Temui aku di lain tempat  linktr.ee/shraccent

Comments